Rihanna Sindir Merk Fesyen yang 'Eksploitasi' Transgender

Semakin banyak merk fesyen yang menggunakan sosok berkulit hitam atau transgender untuk kampanye penjualan produknya. Banyak orang yang terkesan, namun tak sedikit juga yang merasa kalau konsep tersebut berlebihan serta dangkal.

Pendapat yang sama juga diutarakan oleh Rihanna, musisi dan aktris yang belum lama ini merilis lini kosmetiknya, Fenty Beauty.

Rihanna Sindir Merk Fesyen yang 'Eksploitasi' Transgender

Dalam cuitannya di Instagram, wanita kreatif berusia 29 tahun ini menyatakan bahwa dirinya tak ingin membuat kaum transgender hanya menjadi pemanis dalam kampanye penjualan produk.

“Saya beruntung bisa bekerjasama dengan banyak kaum trans, tapi saya tidak melulu melakukannya. Saya tidak menolak kaum biasa, juga dengan kaum lainnya. Saya menghargai semua kaum. Trans atau tidak, itu bukan urusan saya,” tulis Rihanna.

“Saya rasa tidak adil jika kaum trans dijadikan pemanis dalam kampanye penjualan produk. Saya sering melihat banyak perusahaan melakukan hal itu. Sangat menyedihkan,” lanjutnya.

Lini kosmetik Fenty Beauty sangat digemari oleh pecinta tata rias di dunia. Pasalnya, ada banyak pilihan warna untuk semua jenis kulit, sekitar 40 warna.

Produk bisnis baru Rihanna ini dirilis pada September kemarin. Dalam acara peluncurannya, Rihanna berharap lini kosmetiknya berpihak pada semua orang dan semua golongan.

“Saya tak ingin kosmetik ini hanya cocok dipakai oleh perempuan A atau B,” pungkasnya.

0 Response to "Rihanna Sindir Merk Fesyen yang 'Eksploitasi' Transgender"

Posting Komentar